Keterangan fhoto : kondisi SPBU yang terletak ditengah kota Rantauprapat di Jalan SM Raja yang selalu kehabisan bahan bakar sejenis peratalite
Gelorakyat,com-Labuhanbatu.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 225 Rantauprapat yang terletak di Jalan SM Raja Rantauprapat sering kehabisan bahan bakar sejenis Pertalite,hal ini diketahui saat media ini ingin singgah hendak mengisi bbm jenis peratalite,Jum’at (05/07/2024) siang.
Pada hal diketahui SPBU itu selama ini tidak pernah kehabisan bakar baik itu jenis premium yang sudah dirombak menjadi pertalite namun belakangan ini tampaknya bbm jenis pertalite terlihat mulai langka di pom bensin itu membuat sejumlah pelanggan merasa ketar-ketir untuk singgah di SPBU itu.
Mirisnya terlihat di SPBU simpang mangga dan SPBU yang terletak di Jalan Baru terlihat berjibunnya para pengendara kenderaan hendak mengisi pertalite di SPBU itu membuat media ini sangat-sangat bingung, pertanyaannya ada apa dengan SPBU kota Rantauprapat ini.
Salah seorang parbetor saat hendak mengisi bahan bakar jenis pertalite mengaku kecewa karena harus memutar balik kenderaannya 180 derajat menuju SPBU yang ada didekat Simpang Mangga Rantauprapat.
“Kita kecewa bang,apa dan mengapa pertalit di galon ini (SPBU 25-red) ini hampir setiap hari habis,kita ngak tau bang,apa memang galon ini tidak membayar upeti atau bagaimana kita yang bingung bang”.jelas parbetor itu bingung.
Hal yang sama juga diungkapkan para pengendara sepeda motor yang dengan keterpaksaannya mengisi bbm jenis pertamax,berat bang untuk mengisi pertalit di galon ini,kalau ngak malam jangan harap ada disiang seperti ini,berat bang…berat.
Ntah apa kurangnya galon ini,klau besar cukup besar,letak usaha sudah termasuk ditengah kota tapi pertalit kog terkesan langka,gimana menurut abang,bingungkan kita dibuatnya,kata pengendara sepeda motor itu sembari menghidupkan sepeda motornya berlalu dari media ini dengan kecut.
Sedangkan para pekerja di SPBU itu saat dikonfirmasi media ini mengaku bahwa pertalite bahwa bbm pertalite semalam masuk 8.000 liter dengan kondisi ini apalagi SPBU ini terletak ditengah kota padahal selama ini masuk 24.000 liter.
Kondisi masuknya pertalite sebesar ini membuat kita bingung sekaligus takut apakah ada pemutusan hubungan pekerjaan (PHK) seperti kami-kami ini atau bagaimana membuat kami-kami ini bingung sekaligus takut bang,tegas mereka.
Saat dikonfirmasi kepada pemilik SPBU 26 Rantauprapat melalui telepon selulernya belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SPBU itu.
Penulis : TS
Editor : Admin/Red
