Keterangan fhoto : Warga masyarakat Balik gunung yang tempat tinggalnya berbatasan dengan pagar tembok PKS PT PPSP ,Rasmariyah br Siagian ,Rustam Ritonga dan kepala Lingkungan Bandar Selamat 1 Kelurahan Pulo Padang Sahmenan Tanjung.
Gelorakayat.com – Labuhanbatu
Disayangkan demi kepentingan sekelompok harus memintak Jokowi Turun , itu sebenarnya hanya segelintir warga masyarakat kelurahan Pulo Padang banyaknya ratusan masyarakat Pulo Padang , kecamatan Rantau Utara ,Kabupaten Labuhanbatu, yang di maksud dari ratusan itu sudah bercampur dengan warga masyarakat luar Pulo Padang,semua itu dapat di cek dari data kependudukannya,mereka melakukan aksi unjuk rasa meminta pemerintah meninjau kembali pabrik kelapa sawit yang beroperasi di pemukiman warga, itu hanya memenuhi keinginan sekelompok, bukan keseluruhan masyarakat Pulo Padang.
Sebagian besar masyarakat Pulo Padang masik banyak yang menginginkan beroprasinya PKS ,PT,PPSP pulo padang , itu dapat di buktikan saat warga membuat pernyataan dukungan untuk keperluan berkas di pengadilan saat di adakan Klas Axcen pada persidangan gugatan oleh sekelompok warga yang mengatas namakan warga Pulo padang, surat penyataan dukungan itu di tandatangani warga masyarakat Pulo Padang asli sebanyak kurang lebih 2000 orang ,sedang barisan penolak hanya kurang dari 500 orang itupun sudah bercampur dengan warga masyarakat kelurahan Pulo Padang.
Dalam aksi yang di lakukan sekelompok Ratusan massa yang mengatasnamakan kelompok masyarakat perlawanan terhadap PT PPSP , padahal secara tidak langsung kelompok tersebut telah menghalangi lapangan pekerjaan masyarakatnya sendiri ,karena masik banyak ,bahkan lebih banyak dari kelompok mereka ,dalam aksinya mereka menggunakan pakaian serba hitam, satu dari mereka mengubur diri, Beberapa jam kemudian penguburan diri bertambah menjadi dua orang.
Media ini sempat mendengar langsung dan melihat komentar dari Facebook mereka menanggapi aksi mereka konyol ,yang tadinya sempat prihatin dengan cara menanamkan diri di tanah kata mereka hambar ,gila rupanya gak ada solusi lain ,kerjaan bodoh.lok.di kerjakan,katanya.
Aksi yang di lakukan itu menurut keterangan dari kelompoknya penanggung jawab , Muhammad Q Rudi, menurut pengakuannya aksi ini dilakukan akibat kekhawatiran warga dengan dampak dari pabrik kelapa sawit tersebut.
Dari warga setempat yang sangat menginginkan beroprasinya dan terciptanya lapangan kerja untuk warga masyarakat kelurahan Pulo Padang Muhammad Yakub menanggapi dari Aksi yang di lakukan oleh sekelompok warga yang terdiri dari 5 keluarga itu telah di skenariokan oleh orang luar kelurahan Pulo Padang seperti Muhammad Q Rudi ,itu bukan warga Pulo Padang tapi selalu mencampuri urusan , di Pulo Padang.
Kami sangat kecewa dengan perbuatan si Rudi yang tidak melihat kelompok warga masyarakat yang lainnya di kelurahan pulo padang ,yang masik banyak orang – orang susah dan pengangguran ,hanya melihat segelintir orang ) kelompok yang kehidupannya sudah mapan dan punya harta dari peninggalan orang tuanya.
Menurut Yakub yang di ikuti oleh warga lainnya terutama warga masyarakat Balik gunung yang berbatasan langsung dengan PKS PT PPSP seperti Rasmariyah br siagaian ,Pipi ,Rustam ,Indra Munthe dan warga lainnya ,menanggapi perbuatan melakukan aksi kubur diri itu merupakan bentuk kebodohan, seperti hendak excen tapi kebabalasan akhirnya kerumah sakit juga , karena aksi yang di lakukan seperti mengelabui banyak orang supaya hibah kini dari kepolisian saja tidak prihatin dengan aksinya hingga tidak meresponnya terapi gitupun pihak kepolisian memperlihatkan kepeduliannya dengan mengirimkan tim kesehatan dari Mapolres Labuhanbatu untuk memberikan pemeriksaan kesehatan tetapi semua itu sia- dia saja tidak di terima oleh sekelompok pendemo.
Dari , aksi yang di lakukan tersebut meminta agar pemerintah melihat bahwa keberadaan pabrik kelapa sawit yang ada di Kelurahan Pulo Padang sangat berdekatan pemukiman warga, tatapi mereka tidak melihat di kebanyakan pabrik kelapa sawit di luar Labuhanbatu juga ada yang berdekatan dengan rumah warga dan sekolah seperti di perusahan PT SINTONG.Simpang kawat jalan menuju Kota Medan sekolah dan pemukiman berdekatan langsung dengan perusahaan tersebut bahkan sekolah tersebut di kawasan PKS PT,SINTING ,nyaris tanpa batas.
“Ini sangat berdekatan dengan pemukiman warga, dan juga berdampingan langsung dengan sekolah yang ada disekitatan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ,” katanya.
Peroses pembangunan PKS PT,PPSP dibangun sejak tahun 2015 yang lalu,yang pembangunannya di awali dengan pertemuan terhadap warga setempat dan menyodorkan penanda tanganan persetujuan di bangunnya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yaitu syarat dari berdirinya PKS yaitu Izin Warga,namun ada beberapa orang yang tidak menandatangani , namun saat pertanyakan tidak mau menanda tangani mereka mengatakan Kimi tidak mau Manda tangani,saatdi tanyakkan alasannya mereka tidak mau menjelaskan.
“Yang ada katanya kami akan terus melakukan aksi sampai pabrik ini berhenti dan tutup, dan kami juga berharap pemerintah segera memperhatikan Kami,” ujarnya.
Disini kami dari warga besar kelurahan Pulo Padang yang saat ini sangat sulitnya lapangan pekerjaan dan sulit untuk mencari penghasilan yang layak ,kami atas nama masyarakat Pulo Padang memohon kepada bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ( Jokowi) agar memperhatikan dan menanggapi keluhan kamu warga kelurahan Pulo Padang yang menginginkan lapangan pekerjaan agar dapat menyambung hidup anak- anak kami.
“Kepada bapak Presiden yang terhormat, kami memohon perhatiannya, agar dapat mengerahkan dan memerintahkan pengamanan, dan hentikan semua Aksi-aksi yang di lakukan sekelompok pengacau dan pendemo hingga terganggunya Aktifitas beroprasinya Lapangan pekerjaan kami yaitu PKS PT PPSP Pulo Padang, harapan kami perhatikan nasib kami apa bilah tidak bekerja bagai mana kami menafkahi anak- anak kami di karenakan Tempat kami bekerja telah memiliki Legalitas Izin yang lengkap namun kami merasa terusik dengan aksi- aksi pengacau dari pendemo,di kampung kami ini.
Penulis : Moy
Editor. : admin/Red